Bagi pasangan suami istri, melakukan hubungan seksual merupakan suatu
aktivitas yang rutin untuk dilakukan. Selain untuk memiliki keturunan,
aktivitas seks merupakan momen penting untuk mendekatkan diri kepada
pasangan demi menjaga keharmonisan rumah tangga.
Dalam melakukan
hubungan intim, setiap pasangan mungkin memiliki waktu yang
berbeda-beda. Pada umumnya, bercinta dilakukan di malam hari, namun
ternyata tak sedikit pasangan yang gemar melakukannya di pagi hari
dengan alasan lebih bertenaga karena sudah mendapatkan istirahat yang
cukup pada malam sebelumnya. Adanya perbedaan yang ada menjadi salah
satu problematika bagi para pasangan dalam menentukan waktu bercinta.
Sebenarnya kapankah waktu yang tepat untuk bercinta?
Menurut dr.
Ferryal Loetan yang merupakan spesialis rehabilitasi medik dan konsultan
seks di Rumah Sakit Persahabatan, berhubungan seksual dengan pasangan
dapat dilakukan di semua waktu. Baik pagi, siang, sore, ataupun malam
hari tergantung kesiapan dari kedua belah pihak. Yang membedakannya
adalah perbedaan siklus kehidupan yang dijalani oleh masing-masing
individu.
Beberapa pasangan biasanya memiliki perbedaan siklus
kehidupan yang mendasar, seperti perbedaan waktu kerja. Anda yang
memiliki jam kerja dari pagi hingga sore, sedangkan pasangan Anda
bekerja dari malam hingga pagi. Tidak hanya itu saja, berbedanya
kebutuhan seksual antara Anda dan pasangan juga menjadi hal yang tak
boleh disepelekan. Semua perbedaan ini tentunya akan mempengaruhi waktu
bercinta dan sebaiknya mencari solusi dari permasalahan ini.
Selain
mencari waktu terbaik, dokter yang lebih akrab disapa dr. Ferry ini
juga menyarankan untuk bercinta di saat pasangan suami istri berada
dalam kondisi yang bugar dan sedang bergairah. "Kondisi bergairah ini
kan waktunya relatif. Bisa pagi, siang, sore, atau malam tergantung dari
masing-masing individu yang merasakan," jelasnya ketika ditemui Wolipop
di kediamannya di Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (22/10/2014).
Pernyataan
serupa juga dilontarkan oleh Zoya Amirin yang merupakan psikolog
seksual yang mendalami studi seksologi di Universitas Udayana, Bali. Ia
mengungkapkan dari sisi psikologis, waktu yang terbaik untuk bercinta
adalah waktu yang dianggap nyaman oleh kedua belah pihak. Menurutnya,
kenyamanan dalam bercinta tidak bisa dipatok dengan ukuran tertentu,
apabila Anda dan pasangan merasa sedang bergairah dan saling siap untuk
melakukan hubungan intim, maka tidak ada salahnya untuk dilakukan.
Wanita
lulusan psikologi klinis Universitas Indonesia ini juga menambahkan,
suasana hati yang bagus turut mempengaruhi waktu bercinta. "Ada pasangan
yang setiap bangun pagi sudah banyak pikiran, atau mau siap-siap
berangkat kerja jadi aktivitas seksnya terburu-buru, kan rasanya ngga
enak," tutur Zoya ketika dihubungi Wolipop via telepon, Rabu
(22/10/2014).
Sedangkan secara medis, wanita yang tergabung ke
dalam Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) ini menyarankan, bercinta
hendaknya dilakukan setelah kedua belah pihak mendapat istirahat yang
cukup. Selain itu, hal penting lainnya adalah bagaimana pasangan ini
mengkondisikan dirinya untuk mencapai kenikmatan yang bisa dirasakan
berdua sehingga merasa lebih bahagia.
"Aktivitas seksual ini kan
momen untuk mendekatkan diri kepada pasangan, jadi kalau tubuh lelah dan
kondisi sedang tidak fit itu sebenarnya bukan jadi alasan untuk tidak
melakukan seks," pungkasnya di akhir perbincangan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

Post a Comment