Manila - Sudah sekian dekade berlalu sejak kali
terakhir tim nasional Filipina bisa menang atas Thailand. Pekan ini
catatan buruk itu akan coba dihapus The Azkals saat berjumpa War
Elephants pada semifinal AFF Suzuki Cup 2014.
Filipina maju ke
babak empat besar Piala AFF sebagai runner-up Grup A setelah di fase
grup lalu menang 4-1 atas Laos dan 4-0 atas Indonesia, meski akhirnya
kalah 1-3 dari Vietnam yang jadi juara grup. Sementara itu Thailand
berhak maju ke semifinal dengan predikat juara Grup B bermodal
kemenangan-kemenangan atas Singapura (2-1), Malaysia (3-2), dan Myanmar
(2-0) pada fase grupnya.
Thailand dan Filipina kini akan
bertarung dalam pertandingan dua leg untuk memperebutkan satu tiket ke
pertandingan final. Filipina lebih dulu menjadi tuan rumah di Rizal
Memorial Stadium, Sabtu (6/11/2014), sebelum Thailand gantian menjadi
tuan rumah di Rajamangala Stadium, Rabu (10/11).
"Thailand
bermain dengan cara seperti Vietnam dan itu takkan menjadi pertandingan
yang mudah," kata Pelatih Filpina Thomas Dooley di laman situs web resmi
Piala AFF.
"Sebagai mantan pemain saya tahu benar ketika Anda
memainkan pertandingan seperti itu (lawan Vietnam) dan kemudian kalah,
Anda akan lapar lagi (untuk laga berikutnya). Kami punya waktu sepekan
untuk beristirahat. Saya cukup yakin kami akan tampil berbeda dan tim
bakal bermain maksimal. Penampilan kami di dua laga pertama luar biasa,
tapi kami kalah lawan Vietnam, mungkin karena mereka terlalu bagus atau
mungkin kami yang kurang bersemangat," lanjutnya.
Untuk bisa
mencapai final pertamanya di ajang tersebut, Filipina tentu harus bisa
melewati Thailand. Yang jadi masalah Filipina belum pernah lagi bisa
mengalahkan Thailand sejak tahun 1972, 42 tahun silam, atau selama 14
pertemuan terakhir.
"Semifinal lawan Thailand adalah partai yang
harus dimenangi, jadi kami punya dua laga di mana kami bisa
mewujudkannya jika tampil sebaik mungkin dan saya percaya para pemain
bisa melakukannya. Saya pikir kami sudah tidak pernah menang (atas
Thailand) di dalam 14 pertandingan terakhir dan kami akan mengubahnya,"
seru Dooley.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

Post a Comment