JAKARTA -- Presiden Joko Widodo mengatakan, banyak produk Indonesia
yang memiliki kelas internasional. Namun, Indonesia baru meraup
keuntungan secuil dari yang ditawarkan dunia ini.
Salah satu contohnya adalah produk mebel dunia yang memiliki pasar
senilai 480 miliar dolar AS. Akan tetapi, Indonesia baru mencapai 1,8
miliar dolar AS.
"Produk kita terlalu banyak, hanya identifikasi produk itu tidak pernah kita lakukan," kata dia, Selasa (2/2) siang.
Jokowi menuturkan, perihal tersebut diarahkan kepada para dubes agar berkunjung ke daerah.
Dia
mencontohkan, Pasar Tanah Abang bisa mengekspor lebih dari 2.000
kontainer per bulan. Padahal, di sana produk-produk usaha mikro, kecil,
dan menengah. Jokowi menjanjikan, akan menyambungkan antara produk dan
pasar.
Pasar, lanjut Jokowi, tergantung dari jenis produk. Sebab,
segmentasi setiap produk berbeda. Namun, Indonesia memiliki banyak
produk yang bisa memasuki semua negara di dunia.
Dia
mencontohkan, produk mebel dunia memiliki pasar senilai 480 miliar dolar
AS. Akan tetapi, Indonesia baru mencapai 1,8 miliar dolar AS. Kecilnya
raihan negeri ini karena tidak dipromosikan dengan baik.
Jokowi menilai, para perwakilan Indonesia di luar negeri harus memasarkan dengan baik produk-produk dalam negeri.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

Post a Comment